INFO KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT

Informasi Kota Singkawang Kalimantan Barat: budaya Dayak, Melayu, Tionghoa / China, gunung Poteng, Gereja, pemerintahan, kuliner, wisata, berita, Cap Go Meh, Imlek, Tatung, hotel, amoy, kelenteng, lowongan kerja, berita, penginapan, travel, taxi, rekreasi, grand mall, film, pontianak, bahasa hakka, makanan khas, pasir panjang, pemkot, peta, artis, tribun, mie, koran.

Selamat Datang Di Website Resmi Masyarakat Kota Singkawang - Terima kasih atas kunjungan Anda

PANGLIMA BURUNG, SOSOK SAKTI YANG SANGAT DIHORMATI OLEH SUKU DAYAK

Panglima Burung, Sosok Sakti yang Sangat Dihormati Oleh Suku Dayak



Kesaktian suku Dayak sudah dikenal luas di dunia. Oleh karena itu, kita sudah tak perlu lagi menyangsikannyanya. Mereka paling disegani dan dihormati di tanah Kalimantan atau dikenal Borneo. Sakti, jumawa, kharismatik, dan mistiknya yang masih kuat, membuat salah satu suku tertua di Indonesia ini juga begitu ditakuti.

Satu hal lagi yang membuat Dayak makin disegani adalah eksistensi sosok penting yang sering disebut sebagai Panglima Burung. Sosok satu ini begitu dipuja dan dihormati oleh orang Dayak. Ia adalah pahlawan yang akan membantu orang-orang Dayak menyelesaikan masalah pelik yang berat. Konon, ketika Panglima Burung muncul, maka dipastikan hal sebesar apa pun akan segera mampu terselesaikan.
Lalu, seperti apa sebenarnya sosok satu ini? Apakah ia memang sekuat seperti yang diberitakan? Perhatikan faktanya lewat ulasan berikut.

1. Siapakah Sebenarnya Panglima Burung?

Hal yang masih menjadi pertanyaan besar terutama bagi orang luar Dayak, adalah seperti siapa sebenarnya sosok Panglima Burung itu. Banyak yang mengatakan jika tokoh satu ini berwujud manusia asli dengan fisik kuat dan sudah tua. Namun, ada pula yang mengatakan jika Panglima Burung adalah sosok gaib yang dipanggil melalui ritual.
Panglima Burung dikatakan mendiami pedalaman hutan Kalimantan selama ratusan tahun. Ia bersemedi di sana dan akan bertindak begitu dipanggil oleh anak cucunya. Sosok satu ini juga pernah dikatakan sebagai jelmaan burung Enggang, makhluk suci yang dikeramatkan oleh suku Dayak.

2. Ritual Mangkok Merah, Upacara Pemanggilan sang Panglima

Panglima Burung tidak akan muncul kalau tak ada hal penting yang terjadi. Tapi, untuk membujuknya datang, perlu diadakan sebuah upacara pemanggilan yang bernama Mangkok Merah. Ritual ini dilakukan dengan cara mengumpulkan benda-benda khusus dan berfilosofi tinggi menurut orang Dayak, seperti bulu ayam, daun rumbia, tali simpul, dan lain sebagainya. Setelah terkumpul, bahan-bahan ini akan ditempatkan di sebuah mangkok merah.
Ritual ini tidak boleh sembarang dilakukan. Harus benar-benar dibicarakan dulu oleh para tetua. Ritual Mangkok Merah juga tidak bisa dibatalkan. Satu hal yang pasti, ritual ini akan membawa banyak korban.

3. Panglima Burung Sangat Baik Hati tapi Kejam Jika Marah

Panglima Burung dikatakan sebagai representasi orang Dayak. Ia sangat baik, ramah, tindak-tanduknya sangat sopan, serta sangat menghargai alam. Panglima Burung juga kalem, sabar dan tidak suka berbuat kerusakan. Intinya ia sama seperti orang-orang Dayak pedalaman pada umumnya.  Tapi, semua sifat baik itu berubah kalau kondisinya lain. Ketika Panglima Burung dipanggil karena adanya ancaman atau suatu bahaya yang menyangkut-pautkan orang Dayak, maka sosok satu ini berubah bengis. Ia sangat kejam dalam menghabisi musuhnya. Bahkan ia pantang kembali sebelum memenggal kepala musuh-musuhnya.

4. Kesaktian Panglima Burung yang Legendaris

Banyak cerita yang beredar di masyarakat maupun internet tentang kesaktian sosok satu ini. Sering dikatakan jika Panglima Burung kebal terhadap benda tajam apa pun. Sehingga sangat sia-sia melawannya dengan memakai senjata.
Sosok Panglima Burung juga memiliki kemampuan legendaris seperti bisa menerbangkan Mandau yang akan mencari korbannya sendiri. Ia juga bisa mencium bau musuhnya dengan sangat jelas hanya dari aroma dan darah. Satu hal lagi, ia juga punya mistis yang sangat kuat.

5. Panglima Burung dan Peristiwa Sampit

Salah satu peristiwa besar yang konon dihadiri oleh Panglima Burung adalah kejadian Sampit di tahun 2001. Seperti yang kita tahu, peristiwa ini mempertemukan orang Dayak dan Madura dalam sebuah pertikaian. Banyak nyawa melayang kala itu, dan sebagian besar korban yang meninggal terutama dari pihak Madura, diduga adalah hasil perbuatan Panglima Burung.
Tidak bermaksud untuk menguak kembali luka lama. Hanya saja peristiwa ini seringkali jadi bukti otentik akan sosok Panglima Burung yang melegenda itu. Semoga jangan sampai yang seperti ini kembali terjadi lagi.
Inilah potret seorang Panglima Burung yang dianggap sebagai gambaran dari suku Dayak. Ia kalem, sopan, sangat menghormati alam dan tidak suka macam-macam. Tapi, sosok yang seperti ini bisa hilang dalam sekejap ketika Panglima Burung dihadapkan pada situasi yang mengancam eksistensi orang Dayak. Ia akan jadi pemarah, kejam, dan tanpa ampun.
Sumber: www.boombastis.com
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top